الصور البيانية في الأربعين النووية للإمام أبي زكريا يحيى بن شرف الدين النووي

  • Muammar IAIN Palu
Keywords: retorika, al-Arba'in an-Nawawiyah, metodologi induktif, hadits

Abstract

Hadist Nabi Muhammad SAW adalah harta karun besar dalam dunia ilmu bahasa Arab terutama dalam bidang Balagah, dan diantara cabang ilmu Balagah adalah al-Bayan yaitu ilmu yang membahas tentang tata bahasa atau morfologi, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menyoroti bentuk, fungsi dan makna kalimat al-Bayan yang terdapat pada hadist-hadist Nabi Muhammad SAW dalam buku "Al-Arba'in An- Nawawiyah” khususnya dalam pandangan analogi dan metafora. Kefasihan dan kepandaian beretorika merupakan salah satu mukjizat dari Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Allah telah melebihkan Nabi Muhammad SAW dari pada nabi lainnya dengan ucapan yang pendek dan tetapi memliki makna yang mendalam. Selanjutnya salah satu contoh dari bentuk kalimat al-Bayan dalam kitab “Al- Arbain An-Nawawiyah” ialah sabda nabi Muhammad SAW:

(وَمَنْ وَقَعَ في الشُّبُهَاتِ وَقَعَ في الْحَرَامِ، كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ) dalam contoh ini nabi Muhammad menyerupai keadaan seseorang yang terjatuh dalam perkara syubhat sebagaimana keadaan seorang penggembala yang sedang menggembalakan hewan ternaknya di sekitaran area kawasan padang rumput yang terlarang karena perjanjian adat, bila hewan ternaknya masuk ke daerah terlarang maka ia akan dijatuhi hukuman adat, dan hal ini tentu akan sangat beresiko bagi diri penggembala tersebut.

Published
2021-06-29
Section
Articles